Kisah para ulama terdahulu menunjukkan sikap sangat hati-hati dalam urusan ibadah. Mereka lebih memilih menambah qadha daripada menguranginya, karena khawatir masih memiliki tanggungan di sisi Allah SWT.
Lupa jumlah utang puasa Ramadan sejatinya menjadi pengingat agar seorang muslim lebih menjaga dan mencatat kewajiban ibadahnya. Namun jika lupa telah terjadi, Islam tetap memberikan jalan keluar yang penuh rahmat.
Dengan niat yang tulus, usaha maksimal, dan sikap kehati-hatian, kewajiban puasa dapat ditunaikan dengan hati yang tenang.
Allah SWT Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya, dan Dia menilai kejujuran serta kesungguhan dalam ketaatan, bukan semata angka yang sempurna.
















