BENGKULU, BEKENTV – Kondisi ekosistem hutan di Provinsi Bengkulu tengah menghadapi tantangan serius.
Berdasarkan audit terbaru Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, terdapat degradasi lahan seluas 1.614 hektare sepanjang tahun 2025. Meski angka tersebut hanya mencakup 0,022 persen dari total luas hutan yang mencapai 438.655 hektare, tren kerusakan ini tetap menjadi perhatian instansi terkait.
Kepala Bidang Perencanaan, Pemanfaatan Hutan dan KSDAE DLHK Provinsi Bengkulu, Samsul Hidayat, mengungkapkan bahwa penurunan kualitas hutan di wilayah ini dipicu oleh kombinasi aktivitas manusia dan bencana.
















