Lanjut Bupati, tak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana menyediakan fasilitas wifi gratis bagi masyarakat sebagai bentuk peningkatan layanan publik.
“Penataan ini dilakukan seiring dengan agenda pemerintah daerah yang menetapkan kota argamakmur sebagai spot ikon prioritas pada tahun 2026. Oleh karena itu, dibutuhkan penataan ulang tahap kedua, khususnya di kawasan alun-alun rajo malim paduko dan bundaran kota argamakmur,” lanjut Bupati.
Dalam konsep penataan tersebut, bupati menginginkan agar kawasan alun-alun dikembangkan sebagai pusat kuliner, disertai dengan perbaikan infrastruktur seperti trotoar dan penerangan jalan. Dengan demikian, diharapkan kota argamakmur dapat menjadi kota yang lebih nyaman, bersih, rapi, serta menarik bagi pengunjung dan masyarakat umum.
















