Edi menambahkan, hingga saat ini baru kapal kargo dan kapal kontainer yang dapat beroperasi secara normal. Sementara itu, kapal pengangkut batu bara berukuran besar belum dapat masuk ke kolam pelabuhan.
“Baru kapal kargo dan kontainer yang bisa berlayar masuk. Sedangkan kapal batu bara dengan kapasitas sekitar 24 ribu ton masih belum bisa,” terangnya.
Akibatnya, proses bongkar muat batu bara masih dilakukan dengan sistem transit di luar pelabuhan.
“Kapal-kapal batu bara masih menunggu di depan alur pelayaran. Muatan diangkut dari kolam menggunakan tongkang, lalu dipindahkan ke kapal besar di luar,” pungkasnya.
















