Karena sikap tegasnya, ia akhirnya memilih hidup menyendiri di daerah Rabzah, jauh dari hiruk pikuk kota.
Namun justru di sanalah ia merasakan ketenangan. Hidupnya sederhana, jauh dari kemewahan, tetapi hatinya damai.
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar bahwa ia akan hidup sendiri, meninggal sendiri, dan dibangkitkan sendiri.
Kemudian, Abu Dzar wafat di tempat yang sepi, namun penuh kemuliaan. Ketika ia meninggal, hanya sedikit orang yang menyaksikan pemakamannya.
Namun kemuliaannya tidak diukur dari banyaknya manusia yang hadir, melainkan dari keikhlasan hidupnya.
Kisah Abu Dzar mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak terletak pada banyaknya harta atau jabatan.
















