Baginya, kekayaan sejati bukanlah banyaknya harta, melainkan kekayaan hati. Rasulullah SAW bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Laisal ghina ‘an katsratil ‘aradh, walakinna al-ghina ghina an-nafs
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini seakan menggambarkan kehidupan Abu Dzar. Ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak pernah menimbun harta.
Bahkan ia dikenal keras menegur pejabat yang hidup bermewah-mewahan. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan RA, Abu Dzar tinggal di Syam.
















