Dalam berbagai kajian, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan bahwa utang bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga ujian keimanan yang harus disikapi dengan ikhtiar lahir dan batin.
Bukan perkara yang ringan, sehingga jika seseorang memiliki utang baiknya disegerakan untuk melunasinya. Rasulullah SAW sangat menekankan kehati-hatian dalam berutang.
Bahkan, beliau pernah menunda menyalatkan jenazah seseorang karena masih memiliki utang yang belum dilunasi. Hal ini menunjukkan betapa beratnya urusan utang di sisi Allah SWT.
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
Nafsun mu’mini mu’allaqatun bidainihi ḥattā yuqḍā ‘anhu
















