BENGKULU, BEKENTV – Keluhan masyarakat Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, terkait minimnya fasilitas penunjang di Objek Wisata Ikan Larangan mulai mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Seluma.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah menghadirkan jaringan internet di kawasan wisata tersebut.
Rencana ini disampaikan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kabupaten Seluma sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi wisata desa, khususnya dalam hal promosi dan peningkatan kenyamanan pengunjung.
Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Seluma, Cahyo Duo Nenda, mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung pengembangan wisata desa selama memenuhi kajian teknis dan regulasi yang berlaku.
“Usulan dari Desa Taba Lubuk Puding sudah kami terima. Kominfosantik siap mendukung sepanjang konsepnya jelas dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Cahyo Duo Nenda.
Cahyo menjelaskan, rencana penyediaan jaringan internet tersebut tidak sepenuhnya menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Pihaknya mendorong pola kerja sama dengan pihak swasta, yakni Telkomsel, melalui skema kemitraan bisnis.
“Kominfosantik akan berperan sebagai fasilitator. Kerja sama nantinya dilakukan antara pemerintah desa dengan Telkomsel, sementara kami memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal dan pembahasan teknis, meliputi kekuatan sinyal, lokasi pemasangan perangkat, serta mekanisme kerja sama yang akan diterapkan.
“Masih dalam tahap pengkajian. Belum masuk ke tahap pemasangan. Target kami realisasinya pada tahun 2026, setelah seluruh kajian dan kesepakatan kerja sama rampung,” ungkapnya.
Menurut Cahyo, keberadaan jaringan internet di kawasan wisata memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung promosi digital dan memperlancar komunikasi.
“Internet akan sangat membantu pengelola dalam memasarkan wisata ikan larangan melalui media sosial. Dan pengunjung juga bisa langsung membagikan pengalaman mereka,” ujar Cahyo.
Dengan dukungan jaringan internet, diharapkan pengelolaan wisata Ikan Larangan dapat berjalan lebih maksimal dan menjangkau promosi yang lebih luas hingga ke luar daerah.
“Sama kita ketahui masih banyak titik blankspot di Seluma, sehingga ini jadi kebutuhan utama dalam pengembangan pariwisata saat ini. Dan kami berharap rencana ini dapat terealisasi sesuai target,” tutup Cahyo Duo Nenda.
















