Lebih lanjut, Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, meminta agar persoalan ini diselesaikan dengan kepala dingin dan sesuai aturan yang berlaku.
“Kekeliruan diluruskan, cari kebenaran dan selesaikan dengan sebaik mungkin,” ujar Rifai.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Juli Hartono, menilai komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk mencegah kejadian seperti ini.
“Mungkin ada miskomunikasi, jadi kita semua harus bisa menahan diri. Sikapi dengan bijak dan kepala dingin. Tujuan kita sama, memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkap Juli.
Insiden tersebut menjadi peringatan keras bahwa kebebasan pers harus terus dijaga, dan keselamatan jurnalis merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat dan transparan. (ary)
















