Rifai menyebut penempatan itu sebagai bentuk penghargaan terhadap camat yang menjadi ujung tombak pemerintahan di wilayah kecamatan.
“Itu saya berikan kehormatan. Kadang hal yang tidak terduga bisa terjadi. Hari ini mereka duduk di depan eselon II, di depan sekda, dan di depan bupati,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rifai juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat. Kinerja pejabat, kata Rifai, pada akhirnya akan dinilai langsung oleh publik.
“Bukan soal apa yang didapat, tapi apa yang bisa diberikan. Karena masyarakatlah yang menilai,” tutup Rifai.
Dengan berbagai isyarat tersebut, publik kini menanti kepastian waktu pelaksanaan mutasi yang diperkirakan segera dilakukan dalam waktu dekat.
















