“Tidak hanya pemenuhan gizi, namun progam MBG ini juga berdampak pada perekonomian daerah karena sekitar 85 persen dari anggaran pengelolaan dapur SPPG wajib dibelanjakan untuk produk lokal, artinya, program ini secara langsung menggerakkan UMKM, petani, dan peternak di daerah,” pungkas Irfan.
Dengan berbagai manfaatnya, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal di Bengkulu, karena tidak hanya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian daerah secara berkelanjutan.
















