“Program MBG ini memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah, saat ini tercatat 4.410 orang terserap sebagai tenaga kerja langsung dari program ini, dan angka tersebut belum termasuk petani serta peternak di sektor hulu,” jelas Irfan.
Selain penyerapan tenaga kerja, program MBG juga mendorong perputaran ekonomi, peningkatan produksi pangan, hingga tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan setiap dapur SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, di mana 85 persen dari anggaran wajib dibelanjakan untuk produk lokal.
















