وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Wa la tusrifu innahu l yuhibbul musrifin
“Janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Karena itu, esensi punggahan seharusnya bukan pada kemeriahan hidangan, tetapi pada kebersamaan, doa, dan persiapan hati menyambut Ramadan.
Pada akhirnya, tradisi punggahan adalah contoh bagaimana budaya lokal dapat berjalan harmonis dengan nilai-nilai Islam.
Selama dijalankan dengan niat baik dan tidak menyimpang dari syariat, punggahan bisa menjadi sarana memperkuat silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual.
















