Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Ramadan berkaitan erat dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an di Gua Hira melalui Malaikat Jibril.
Peristiwa ini menjadi titik balik sejarah umat manusia, karena sejak saat itu Islam mulai menyinari dunia.
Adapun kewajiban puasa Ramadan baru ditetapkan pada tahun kedua Hijriyah, sekitar 18 bulan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, umat Islam sempat menjalankan puasa Asyura.
Ketika ayat kewajiban puasa Ramadan turun, puasa inilah yang kemudian menjadi ibadah wajib tahunan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.
Menariknya, pada masa awal diwajibkan puasa, aturan berbuka dan sahur belum seperti sekarang.
















