Beliau membentangkan kain, meletakkan Hajar Aswad di tengahnya, lalu meminta setiap pemimpin suku memegang ujung kain bersama-sama.
Setelah sampai di tempatnya, beliau sendiri yang meletakkannya. Kebijaksanaan ini membuat beliau dijuluki Al-Amin yakni orang yang terpercaya.
Dalam ajaran Islam, mencium atau mengusap Hajar Aswad bukanlah bentuk penyembahan kepada batu. Ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Umar ibn al-Khattab pernah berkata ketika mencium Hajar Aswad, “Aku tahu engkau hanyalah batu, tidak dapat memberi manfaat dan tidak dapat memberi mudarat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah mencium engkau, niscaya aku tidak akan menciummu.”
















