Menurutnya, peningkatan jumlah kasus HIV menjadi perhatian serius karena virus tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan penderitanya. Virus HIV dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan baru menunjukkan dampak berat setelah bertahun-tahun.
“Efek penyakit ini bisa sampai 20 tahun ke depan. Karena itu, kami akan melakukan identifikasi dan upaya deteksi dini agar penularannya bisa ditekan,” ujar Helma.
Helma menjelaskan, deteksi HIV akan difokuskan pada pemeriksaan ibu hamil, calon pengantin, pasien TBC, serta masyarakat yang masuk kategori berisiko, seperti pelaku seks bebas dan hubungan sesama jenis.
















