Dalam sesi dialog, warga berharap agar skema program MBG atau bantuan serupa dapat menyentuh ibu hamil secara terstruktur, baik melalui penguatan di Posyandu maupun program kesehatan di tingkat kelurahan.
Menanggapi harapan warga, Herimanto menegaskan bahwa seluruh masukan ini akan menjadi catatan resmi lembaga legislatif untuk kemudian dibahas bersama Pemerintah Kota Bengkulu. Ia berkomitmen agar program bantuan pangan ke depan lebih inklusif.
“Kita ingin program gizi ini benar-benar tepat sasaran mangkanya ikut datangkan dari SPPG. Jangan sampai ada kelompok yang justru sangat membutuhkan tetapi luput dari perhatian,” tegasnya.
















