<strong>BENGKULU, BEKENTV</strong> – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, fluktuasi harga komoditas perkebunan mulai dirasakan para petani di Kabupaten Seluma. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kecamatan Talo Kecil dilaporkan mengalami penurunan signifikan, sedangkan harga karet di Kecamatan Sukaraja terpantau masih jalan di tempat. Di tingkat petani Desa Tebat Sibun, harga TBS sawit yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp2.600 per kilogram, kini merosot ke kisaran Rp2.100 per kilogram. Adapun harga di tingkat pabrik saat ini bertahan di angka Rp2.800 hingga Rp2.900 per kilogram. Wekadin, salah seorang toke sawit di Desa Tebat Sibun, mengonfirmasi bahwa tren penurunan ini sudah berlangsung sejak pekan lalu.<!--nextpage--> "Turunnya mulai minggu kemarin. Sampai sekarang belum ada kenaikan lagi," ujarnya. Terkait penyebab pasti penurunan harga tersebut, Wekadin mengaku belum mendapatkan informasi resmi, namun ia menduga hal ini berkaitan dengan hukum pasar saat panen raya. "Kurang tau pastinya, mungkin karena produksi buah sawit sedang melimpah saat ini," katanya. Berbeda dengan sawit yang berfluktuasi, harga karet di Kecamatan Sukaraja justru cenderung stagnan. Untuk jenis karet basah, harga masih tertahan di kisaran Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram. Kondisi tanpa kenaikan ini dilaporkan telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.<!--nextpage--> Jumardi, petani karet asal Desa Padang Pelawi, mengeluhkan kondisi harga yang tidak menunjukkan tren positif di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok jelang puasa. "Sudah beberapa bulan ini harganya tetap segitu, belum ada kenaikan," katanya. Menghadapi bulan Ramadan, para petani sangat berharap ada intervensi atau perubahan pasar yang mampu mendongkrak harga komoditas unggulan mereka. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga daya beli petani di tengah naiknya harga bahan pangan. "Yang jelas untuk harga karet kami harap bisa naik, karena harga karet saat ini sudah lama belum ada kenaikan," pungkas Jumardi.<!--nextpage-->