Dalam amanat Menteri Agama RI yang dibacakan Gubernur Helmi Hasan, ditegaskan bahwa tema HAB ke-80 menempatkan kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebagai energi kebangsaan yang produktif.
“Kerukunan adalah sinergi yang melahirkan kekuatan kolaboratif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial justru menjadi modal penting untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujar Menag.
Menag juga menekankan bahwa selama 80 tahun perjalanan Kemenag, institusi ini berperan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Peran tersebut kini semakin strategis, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat berbasis kemanusiaan, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.















