Ia juga menyebutkan bahwa turnamen ini diikuti oleh banyak peserta, termasuk sejumlah pejabat daerah. Salah satunya adalah Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny Pebriyanto L. Tobing.
“Banyak pejabat yang ikut lomba ini, bang. Termasuk Pak Wakil Wali Kota Ronny Tobing,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembatalan turnamen. Para peserta mengaku kesulitan mendapatkan informasi karena panitia tidak berada di lokasi.
“Kami sudah mencoba menghubungi panitia, tapi belum ada jawaban. Panitianya tidak ada di tempat,” lanjut Wahyu.















