“Komitmen ini diwujudkan melalui kehadiran OPD dan pimpinan rumah sakit. Kami ingin peningkatan kualitas layanan kesehatan Bengkulu berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan FKIK Unib dr. Rosaria Indah menjelaskan pendirian PPDS Obgyn menjadi langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan jumlah dokter spesialis, ketimpangan layanan kesehatan reproduksi, serta tingginya angka kematian ibu dan bayi.
Calon Ketua Program Studi PPDS Obgyn dr. Taufik Hidayat, Sp.OG, Subsp. Onk menambahkan, secara nasional jumlah dokter Obsgyn masih belum ideal. Di Provinsi Bengkulu, hingga April 2024 hanya terdapat sekitar 30 dokter spesialis Obgyn.
















