Dalam kesempatan tersebut, tausyiah disampaikan oleh AKBP (Purn) Jauhari. Ia mengajak para tahanan untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan kesabaran, serta menanamkan sikap ikhlas dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
“Jadikan masa ini sebagai waktu untuk merenung, memperbaiki diri, dan membangun niat yang kuat agar ke depan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” pesan AKBP (Purn) Jauhari.
Sementara itu, AKBP Yuldi Kurniawan menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pembinaan tahanan di Polda Bengkulu.
“Pembinaan rohani ini tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Harapannya, para tahanan memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
















