“Bantuan ini bukan hanya sebatas kursi roda atau sembako, tetapi kami dorong agar penyandang disabilitas bisa mandiri dan berusaha sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Hen Yepi.
Han Yepi menambahkan, hingga akhir tahun 2025 Dinsos Bengkulu Selatan telah menyalurkan empat bantuan wirausaha kepada penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut meliputi peralatan jahit bagi penyandang tunarungu di Kecamatan Pasar Manna, peralatan pertukangan di Kecamatan Pino, Masat, alat dan bahan dagangan di Kecamatan Manna tepatnya di Desa Lubuk Sirih, serta peralatan usaha steam.
Adapun persyaratan utama penerima bantuan adalah masuk dalam kategori desil 1 hingga 5, merupakan penyandang disabilitas atau cacat fisik, serta memiliki kemauan untuk berusaha.
















