Meski telah berhenti, korban mengungkapkan bahwa terlapor masih kerap mencaci maki dan memprovokasi dirinya. Hingga pada akhirnya, korban mendatangi terlapor dengan maksud menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik.
Namun, niat tersebut justru berujung pada pertengkaran. Terlapor diduga tersulut emosi dan melakukan kekerasan terhadap korban. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi pengeroyokan setelah beberapa rekan terlapor ikut terlibat.
“Saya hanya ingin bicara baik-baik supaya masalah ini selesai. Tapi saya malah dipukul dan dikeroyok. Wajah saya luka dan badan terasa sakit semua,” ujar Resa Umami.
















