Normalisasi dilakukan dengan mengerahkan satu unit excavator guna mengeruk endapan lumpur dan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air menuju saluran irigasi.
Upaya ini menjadi penting mengingat Bendungan Selepah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air persawahan warga, khususnya menjelang musim tanam padi.
Rifai menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan pertanian masyarakat, terutama di wilayah Seginim.
“Normalisasi ini kita lakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat. Harapannya, debit air kembali lancar sehingga sawah-sawah warga tidak kekurangan air saat masa tanam,” ujar Rifai.
















