BENGKULU, BEKENTV – Komandan Kodim 0425/Seluma, Letkol Kav Yuliansyah, meninjau kegiatan panen padi di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Jumat 9 Januari 2025.
Menggunakan combine harvester, Dandim 0425/Seluma, Letkol Kav Yuliansyah, melakukan peninjauan kegiatan panen bersama petani di area persawahan binaan Kodim Seluma sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
Dandim Seluma, Letkol Kav Yuliansyah, menyatakan cukup puas melihat hasil panen padi kali ini.
“Ya hari ini kami meninjau dan melakukan kegiatan panen bersama para petani. Alhamdulillah hasil gabah yang didapat cukup banyak sekitar 7 ton per hektare. Untuk total keseluruhan hamparan persawahan di sini mencapai 186 Hektar kita perkirakan hasil panen cukup melimpah,” ujarnya.
Ia menambahkan, 1 hektar sawah mampu menghasilkan 7 hingga 7,5 ton padi, sehingga diperkirakan keseluruhan hasil panen akan mencapai 1.302 ton dari total lahan seluas 186 hektare.
Dandim juga menjelaskan bahwa secara bertahap area persawahan di Sari Mulyo sudah memasuki masa panen dan diperkirakan akan selesai dalam dua minggu ke depan.
Para petani kini juga telah memiliki beberapa alat combine harvester bantuan dari pemerintah pusat.
Alat pemanen padi ini mampu menggabungkan kegiatan pemotongan, pengangkutan, perontokkan, pembersihan, sortasi, dan pengantongan dalam satu proses yang terkontrol.
“Alat baru dicoba ini untuk pemanenan padi memiliki banyak keuntungan. Menghemat waktu panen dan pemanenan lebih cepat karena menggunakan mesin. Selain itu peluang kehilangan hasil panen padi juga berkurang jika menggunakan alat ini,” katanya.
Untuk harga gabah hasil panen, gabah saat ini dihargai Rp 6.500/kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, karena kualitas beras yang bagus, sebagian gabah kering sudah dihargai lebih tinggi dari HET.
“Harga gabah kering di sini rata-rata sudah dihargai sesuai HET Rp. 6.500 per/kg bahkan ada yang melebih HET,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Sugiarto, menegaskan bahwa kawasan persawahan seluas 186 hektare ini setiap tahunnya ditanam tiga kali.
Namun hasil yang diperoleh tidak menentu. Untuk panen ketiga kali ini, hasilnya bahkan mampu melebihi panen sebelumnya.
“Jelas ini juga tidak lepas dari peran TNI dalam membina, mulai dari masa tanam, pemupukan hingga pemeliharaan dari hama dan kebutuhan air untuk kawasan persawahan ini,” pungkasnya.
















