“Bumi Merah Putih melahirkan putri terbaik bangsa. Beliau bukan hanya sekadar pendamping proklamator, tetapi juga pelaku sejarah,” ujar Herwan.
Ia menambahkan, semangat perjuangan yang tumbuh dari putri daerah itu menjadi bagian dari denyut nadi pemerintahan Indonesia hingga mampu berkembang seperti saat ini.
Sementara itu, Ketua Panitia, Wawan Asri, menekankan pentingnya menjaga semangat kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita semua jangan sampai merasa dijajah. Kita adalah bangsa yang pernah menumpas penjajahan,” ujarnya.
Buku Bumi Merah Putih yang Terlupakan merupakan karya Helmi Hasan yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme serta kebanggaan terhadap sejarah perjuangan daerah. Buku tersebut disunting oleh Emilda Sulasmi, M.Pd., dan Jamalum Sinambela, S.H., M.H.
















