Gunawan mengakui cuaca ektrem di Bengkulu Selatan masih menjadi penyebab utama, terutama pada 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Pada rentang waktu tersebut, hujan lebat disertai angin kencang terjadi hampir sepanjang siang dan malam hari.
“Cuaca memang tidak mendukung, namun dampaknya masih bisa dikendalikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, memasuki awal Januari 2026, kondisi cuaca mulai berangsur membaik dan terpantau stabil sejak 3 Januari.
Sementara itu, pada saat pergantian tahun, juga sempat terjadi longsor di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Tanjung Sakti.
BPBD Bengkulu Selatan langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Pagar Alam karena lokasi kejadian berada di jalur perbatasan.
















