“Ketika kapal berhenti di tengah laut, jangkar yang diturunkan bisa menyeret dan merusak terumbu karang. Ini secara langsung merusak ekosistem terumbu karang yang ada,” jelasnya.
Dampak lanjutan, lanjut Asma, akan dirasakan nelayan. Rusaknya terumbu karang dan tercemarnya laut dapat mengakibatkan berkurangnya populasi ikan.
“Jika terumbu karang rusak dan laut tercemar, ikan-ikan bisa berkurang bahkan punah. Ini tentu berdampak pada hasil tangkapan nelayan,” katanya.
Asma menegaskan pemerintah harus segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan aktivitas bongkar muat batu bara di depan pintu alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai serta memperketat pengawasan.
















