Ia juga pandai membaca dan menulis, sebuah kelebihan yang jarang dimiliki masyarakat Arab saat itu.
Pada masa jahiliyah, Umar merupakan penentang keras dakwah Rasulullah SAW. Namun, hidayah Allah datang dengan cara yang luar biasa.
Ketika mendengar bacaan Surah Thaha yang dilantunkan oleh adiknya, Fatimah binti Khattab, hatinya tersentuh dan luluh. Ayat tersebut berbunyi:
طه مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى
“Tha-Ha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS. Thaha: 1–2)
Sejak saat itu, Umar mendatangi Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya. Masuk Islamnya Umar menjadi titik balik besar bagi umat Islam.
















