Selain itu, Sony juga mengingatkan para mitra pelaksana agar memberikan pelayanan secara optimal. Pasalnya, pada tahun 2026 akan dilakukan evaluasi terhadap mitra yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan.
“Tidak menutup kemungkinan SPPG yang pelayanannya tidak baik akan kami putus kontraknya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat untuk menghindari risiko keracunan makanan dan masalah lainnya.
“Kami tegas, SOP harus dipatuhi dan dilaksanakan. Insyaallah, jika SOP dijalankan dengan baik, tidak akan terjadi keracunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sony menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi yang optimal.
















