Berbeda halnya dengan orang yang benar-benar tertidur atau tidak terbangun, maka ia tidak berdosa dan puasanya tetap bernilai ibadah.
Dalam konteks puasa Ramadan, niat puasa boleh dilakukan sejak malam hari hingga sebelum subuh.
Jika seseorang telah berniat puasa Ramadan pada malam hari lalu tertidur hingga subuh tanpa sahur, maka puasanya tetap sah. Hal ini menjadi bentuk kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Ustadz Adi Hidayat juga menekankan bahwa sahur memiliki dimensi spiritual yang dalam. Waktu sahur adalah waktu yang penuh keberkahan, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan dan ampunan Allah terbuka luas.
















