Hadis ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, tetapi amalan yang mengandung keberkahan, baik secara fisik maupun spiritual.
Keberkahan tersebut bisa berupa kekuatan tubuh, ketenangan jiwa, hingga kemudahan dalam menjalani ibadah puasa sepanjang hari.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa keberkahan sahur juga terletak pada ketaatan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Bahkan, meskipun hanya dengan seteguk air, sahur tetap bernilai ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak memberatkan, tetapi sangat menekankan niat dan kesungguhan dalam mengikuti tuntunan Nabi.
Beliau juga mengingatkan agar umat Islam tidak meremehkan sahur dengan sengaja. Jika seseorang sengaja tidak sahur tanpa alasan yang jelas, meskipun puasanya sah, maka ia telah menyia-nyiakan sunnah yang sangat dianjurkan.
















