“Program bedah rumah ini menjadi salah satu prioritas kepala daerah. Walaupun kemampuan APBD sangat terbatas, pemerintah daerah tetap berupaya memperluas jangkauan bantuan melalui dukungan pemerintah pusat,” kata Teddy.
Ia mengungkapkan, dalam kondisi efisiensi anggaran, APBD Bengkulu Selatan tahun ini hanya mampu mengalokasikan bantuan untuk 10 unit bedah rumah dengan nilai Rp20 juta per unit. Oleh karena itu, dukungan APBN dinilai sangat dibutuhkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu secara lebih menyeluruh.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa seluruh usulan telah disiapkan secara matang, mulai dari pendataan hingga verifikasi calon penerima manfaat. Data tersebut telah dikumpulkan sejak 2025 dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan.
















