Lantas, mengapa dikatakan mustahil? Karena, pada saat itu Nabi Zakaria sudah lanjut usia, begitu juga dengan istrinya yang dikatakan mandul dan lanjut usia.
Seperti yang terdapat dalam surah Al-Ghafir ayat 60, ini bunyinya:
َقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ
“Wa qâla rabbukumud‘ûnî astajib lakum”
Artinya: “Berdoalah kalian kepada-Ku, maka Aku kabulkan permohonanmu.”
Jodoh dan keturunan tentunya adalah rahasia Allah, siapa pun tidak dapat menebak tanpa adanya usaha serta doa. Dalam hal ini telah disebutkan dalam Al Quran tentang manusia yang diciptakan dengan berpasang-pasangan, melalui surah An Najm ayat 45:
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
“Wa annahu khalaqaz-zaujainiz-zakara wal-unsaa”
















