Menanggapi viralnya video tersebut, Jumat (2/1/2026), Sudarmono mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan mengakui perbuatannya dilakukan dalam kondisi khilaf.
Sudarmono mengaku terlalu larut dalam rasa bahagia melihat perubahan kawasan Belungguk Point yang sebelumnya hanya berupa jalur pedestrian biasa, kini menjadi lebih indah dan ramai dikunjungi masyarakat.
“Saat itu saya sangat bahagia melihat Belungguk Point yang sekarang terlihat indah dan ramai. Saya terbawa suasana. Sama sekali tidak ada niat untuk merusak atau menghina Kota Bengkulu. Tujuan saya hanya ingin memperkenalkan Belungguk Point kepada banyak orang lewat TikTok,” ujar Sudarmono.
















