BENGKULU, BEKENTV – Dugaan tindak kekerasan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (12/1).
Seorang sopir berinisial MR (33) mengaku menjadi korban penamparan saat berlangsung acara pelantikan pejabat yang dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di kantor Pemda Bengkulu Selatan. MR menuturkan, saat kejadian dirinya sedang menjalankan tugas dan bersiaga di lapangan Pemda. Namun secara tiba-tiba, ia ditarik oleh seorang ajudan berinisial RT dan dibawa masuk ke gedung Pemda.
“Saya sedang bertugas di lapangan, lalu tiba-tiba ditarik oleh RT. Saya sudah bilang sedang kerja, tapi tetap dibawa masuk,” kata MR.
Menurut MR, RT memaksanya menuju lantai dua gedung Pemda. Setibanya di lokasi tersebut, ia langsung berhadapan dengan seorang sopir lain berinisial RO.
“Begitu sampai di lantai dua, RO langsung menarik kerah baju saya dan menampar pipi kanan saya,” ujarnya.
MR mengaku tidak mengetahui penyebab pasti tindakan tersebut. Ia hanya menduga adanya persoalan lama antara dirinya dan RO yang kembali mencuat dan diperkeruh oleh pihak lain.
“Masalahnya sepele dan sudah lama, tapi mungkin ada yang memanaskan sehingga kejadian ini terjadi,” ungkapnya.
Saksi mata Tarik Golpami, sopir Bupati Bengkulu Selatan, membenarkan adanya peristiwa penamparan tersebut. Ia menyebut melihat langsung MR dibawa oleh RT ke arah RO sebelum insiden terjadi.
“Saya melihat MR dibawa ke lantai dua. Di sana RO menampar pipi MR, setelah itu langsung kami lerai,” jelas Tarik.
Usai kejadian, MR memilih menempuh jalur hukum. Ia telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Bengkulu Selatan.
Dalam laporannya, MR turut menyertakan hasil visum yang menunjukkan lebam di pipi kanan serta rekaman CCTV kantor bupati yang merekam momen dirinya ditarik paksa oleh RT menuju lantai dua.
“Saya sudah melapor ke polisi,” tegas MR.
















