BENGKULU, BEKENTV – Progres pembangunan Kampung Nelayan di Desa Penago, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, dipastikan mengalami keterlambatan alias molor dari jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
Hingga akhir Desember 2025, progres fisik pekerjaan proyek nasional sebesar Rp 12 miliar tersebut bahkan dilaporkan belum mencapai 70 persen. Padahal, sesuai kontrak awal, masa pelaksanaan pekerjaan seharusnya berakhir pada Desember 2025.
Pelaksana kegiatan proyek, Supriyono, tidak menampik bahwasannya proses pengerjaannya molor. Ia mengungkapkan jika progres pembangunan baru mencapai 65 persen.
















