Rehabilitasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sanggar kegiatan belajar (SKB), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Namun, jenjang SD diperkirakan menjadi penerima manfaat terbanyak.
“Jumlah SD di Bengkulu Selatan memang paling banyak, sehingga kebutuhan perbaikannya juga lebih besar. Seluruh data telah kami unggah melalui aplikasi Krisna,” ungkap Lusi.
Sementara itu, untuk pelaksanaan fisik proyek, Disdikbud memperkirakan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026, mengikuti pola pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah pada tahun-tahun sebelumnya.
















