“Setelah kami lakukan evaluasi dan pendataan ulang, saat ini tercatat sebanyak 45 anak mengalami stunting dan 97 anak lainnya masuk kategori berisiko stunting,” ujar Rosminiarty.
Ia menjelaskan, anak-anak yang mengalami stunting membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan asupan makanan bergizi dan susu secara rutin untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Menyikapi kondisi tersebut, DP3AP2KB Kota Bengkulu berencana menjalankan program orang tua asuh sebagai salah satu langkah intervensi. Program ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak stunting melalui dukungan dari pihak-pihak yang bersedia menjadi pendamping.
















