“Kita menargetkan tahun 2026 ini untuk penuntasan wilayah blankspot terlebih dahulu, kemudian di tahun berikutnya kita fokuskan pada wilayah sinyal rendah agar konektivitas digital di Bengkulu bisa semakin merata,” tambahnya.
Berdasarkan laporan penyedia layanan telekomunikasi, tantangan utama pembangunan infrastruktur jaringan di Bengkulu adalah kondisi geografis. Banyak desa yang belum terjangkau berada di kawasan pegunungan dan perkebunan yang sulit ditembus sinyal.
“Sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan perkebunan dan pegunungan, sehingga menjadi tantangan bagi penyedia dalam membangun jaringan infrastruktur, namun pemerintah provinsi terus berkoordinasi agar sarana pendukung penyedia internet bisa segera direalisasikan,” tutup Nelly.
















