BENGKULU, BEKENTV – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyebut sepanjang tahun 2025 sebanyak 202,89 ribu wilayah adat milik komunitas adat di Provinsi Bengkulu mengalami konflik dengan sektor kawasan hutan negara, perkebunan dan pertambangan.
“Konflik wilayah adat ini menyebar di seluruh Provinsi Bengkulu, dan sektor kawasan hutan negara menjadi penyebab konflik paling besar,” kata Ketua AMAN Wilayah Bengkulu Fahmi Arisandi, Senin, 29 Desember 2025.
Secara rinci, jumlah luasan konflik wilayah adat dengan kawasan hutan yang diklaim milik negara mencapai 143.108 hektare, lalu sektor pertambangan dengan luasan konflik mencapai 38,93 ribu hektare dan sektor perkebunan yang mencapai 20,86 ribu hektare.
















