<strong>BENGKULU, BEKENTV</strong> - Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu mencatat hingga saat ini sudah terdapat 13 unit gerai Koperasi Merah Putih yang tengah dibangun di sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Nelawati, mengatakan ke-13 gerai tersebut dibangun sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat untuk memperkuat perekonomian masyarakat berbasis koperasi di tingkat kelurahan. “Berdasarkan data yang kami miliki, saat ini sudah ada 13 unit Gerai Koperasi Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan di Kota Bengkulu,” ujar Nelawati. Ia menjelaskan, gerai koperasi tersebar di berbagai kelurahan, di antaranya Kelurahan Betungan, Bumi Ayu, Sidomulyo, Teluk Sepang, Kandang Mas, Padang Serai, Sumber Jaya, Bentiring Permai, Beringin Raya, Pematang Gubernur, Pasar Bengkulu, Singaran Pati, Timur Indah, hingga Sawah Lebar Baru. Nelawati mengungkapkan, sesuai instruksi dari pemerintah pusat, Koperasi Merah Putih ditargetkan sudah mulai beroperasi pada akhir Januari 2026.<!--nextpage--> Namun demikian, pihaknya memperkirakan seluruh gerai di Kota Bengkulu paling lambat akan beroperasi pada Maret mendatang, mengingat saat ini masih dalam tahap pembangunan. “Sesuai arahan pemerintah pusat, koperasi ini ditargetkan mulai beroperasi akhir Januari. Namun untuk di Kota Bengkulu, kami perkirakan paling lambat Maret sudah bisa berjalan seluruhnya karena masih ada proses pembangunan,” jelasnya. Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan, Nelawati berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan pokok, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. “Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sembako dengan harga yang lebih murah,” tambah Nelawati. Tak hanya itu, Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan layanan koperasi simpan pinjam bagi masyarakat sebagai upaya mendukung permodalan usaha warga di setiap kelurahan. “Kami juga akan menghadirkan koperasi simpan pinjam, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan keuangan yang lebih mudah dan terjangkau,” tutup Nelawati.<!--nextpage--> <strong>(Ahmad Rabbani)</strong>