“Jelang lebaran peredaran uang palsu kembali marak. Hari ini ditemukan lagi pecahan palsu Rp100 ribu dan Rp20 ribu. Modusnya mereka bertransaksi di warung atau layanan BRILink saat pemilik usaha sedang lengah,” ujar Ady, Senin (2/3/2026).
Mengingat momen menjelang lebaran sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penukaran uang, Ady berharap aparat penegak hukum segera bertindak.
“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti temuan ini agar tidak semakin banyak korban. Apalagi saat ini transaksi tunai masyarakat sedang tinggi-tingginya,” tambahnya.
Masyarakat, khususnya pemilik warung manisan dan penyedia jasa pengiriman uang, diimbau untuk lebih teliti dengan menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Jika memungkinkan, penggunaan mesin pendeteksi uang palsu (money detector) sangat disarankan guna menghindari kerugian materiil.
















