“Kita lakukan bimtek di bulan puasa ini sebagai persiapan. Setelah lebaran, tim baru akan turun ke lapangan untuk pendataan sekaligus pemasangan stiker,” ujar Hen Yepi, Senin (2/3/2026).
Guna menghindari kekeliruan data atau adanya warga yang “mengaku miskin” padahal mampu, Dinsos Bengkulu Selatan akan bekerja sama dengan pemerintah desa.
“Kami menggandeng perangkat desa agar data yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Tidak boleh ada lagi data tidak valid yang diberikan masyarakat,” tegasnya.
Stiker yang akan ditempelkan di rumah warga tersebut bertuliskan “Keluarga Pra Sejahtera Penerima Bantuan Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan”. Selain itu, stiker tersebut juga memuat rincian jenis bantuan yang diterima keluarga tersebut, seperti:
















