“Dari hasil medis, korban meninggal dunia akibat pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala yang menyebabkan jantung dan pernapasan berhenti,” jelas Kapolres.
Sementara itu, pengujian laboratorium terhadap sampel menu MBG yang diambil dari dapur SPPG Giri Kencana menunjukkan hasil negatif dari kandungan zat berbahaya. Menu yang dikonsumsi korban saat itu dinyatakan layak dan aman untuk dikonsumsi.
“Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya pada sampel makanan MBG dari dapur SPPG Giri Kencana yang juga dikonsumsi korban,” tegas Kapolres.
Adapun paket MBG yang dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026, terdiri atas roti, pisang, kurma, dan kacang. Sebanyak 1.843 paket makanan didistribusikan ke tujuh sekolah di wilayah Kecamatan Ketahun, mulai dari jenjang TK, SD, MI, MTs, MAN hingga SMA Negeri.
















