Pada Jumat, 27 Februari 2026, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, korban dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu. Tim medis kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk pemindaian kepala (CT scan), guna mengetahui penyebab kejang yang dialami korban.
Sehari berselang, Sabtu, 28 Februari 2026, korban menjalani tindakan operasi di bagian kepala yang berlangsung sekitar satu jam. Setelah operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Namun, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.42 WIB.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam konferensi pers pada Selasa malam, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menyimpulkan penyebab kematian korban adalah pendarahan serta penumpukan cairan di kepala yang berujung pada henti jantung dan henti napas.
















