Ia menyebutkan revitalisasi tersebut mencakup pembangunan tujuh unit gedung, antara lain gedung UKS, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang kelas baru, ruang BK, dan ruang RPS, dengan nilai anggaran sekitar Rp3,2 miliar.
“Saat ini masih tahap finishing. Tinggal pengecatan dan penyempurnaan beberapa bagian,” katanya.
Menanggapi adanya dugaan mark up dan laporan soal ketidaksesuaian bangunan, Deva menepis tudingan tersebut.
“Pembangunan fisik dilaksanakan sesuai juknis dan kontrak dari pusat, serta diawasi oleh tim perencana dan pengawas,” tegasnya.
Meski demikian, belum rampungnya pekerjaan hingga melewati tanggal kontrak awal tetap menimbulkan tanda tanya publik, terutama terkait efektivitas pengelolaan anggaran dan kesesuaian antara nilai proyek dengan hasil pembangunan di lapangan. (Ronal)
















