Ketua Yayasan Pendidikan SMK Taruna KP Bengkulu, Mulyan Susanto, mengaku tidak mengetahui secara rinci pelaksanaan teknis pembangunan, meski sekolah berada di bawah naungan yayasan yang dipimpinnya.
“Total anggaran revitalisasi ini sekitar Rp3,24 miliar dan ada beberapa gedung yang dibangun. Tapi untuk teknis pembangunan saya tidak terlibat sama sekali,” kata Mulyan.
Ia juga mengungkapkan tidak pernah menerima atau melihat dokumen teknis maupun rincian item pekerjaan proyek tersebut.
“Saya tidak dikasih draft teknisnya dan tidak dilibatkan. Semua yang bertanggung jawab, termasuk yang menandatangani MOU dan mengelola anggaran, itu kepala sekolah, bukan yayasan,” ujarnya.
















