Untuk memastikan program berjalan efektif, tim vaksinator diterjunkan langsung ke pemukiman warga. Pola pelayanan dilakukan secara door to door serta melalui posko kesehatan hewan di tingkat desa dan kelurahan guna memudahkan akses bagi pemilik hewan.
“Hewan yang menjadi prioritas adalah yang belum pernah menerima vaksin rabies. Upaya ini dinilai penting untuk membentuk kekebalan dasar dan memutus rantai penyebaran virus,” tambahnya.
Selain tindakan medis, pemerintah juga memperkuat sisi preventif melalui sosialisasi dan edukasi di desa-desa hingga sekolah. Masyarakat diajak untuk lebih peka dalam mengenali gejala dini rabies dan memahami tanggung jawab dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan.
















